LaTakhof wa LaTahzan

Judul diatas pernah menjadi sangat akrab dengan saya sekitar satu tahu yang lalu. saya pernah berada dalam kondisi minim teman dan tanpa sahabat. tapi syukurlah itu  tidak berlangsung lama. hal ini memang sangat mengerikan jika kembali dibayang kan.

Saya pernah  menggantungkan banyak harapan pada manusia, dan sebuah hal yang pasti bahwa berharap pada manusia akhirnya pasti akan kecewa. karena sesungguhnya seorang muslim yang baik hanya menggantungkan harapannya pada Allah semata.

Harapan-harapan yang secara teoritis kita paling pandai tetapi ternyata secara realitas kita sangat kesulitan menghadapai ini semua. sering kita menghadapi kekecewaan yang bertubi-tubi yang datang nya dari manusia, setelah itu kita bertanya “apa salah ku hingga banyak manusia yang memperlakukan kita sampai sperti ini?”, kita merasa sangat menderita dan sangat kecewa. padahal memang itu lah sifat dasar manusia. manusai tidak dapat digantungakn harapan, karena memang sewaktu-waktu manusia dapat lengah dan lupa. bahkan seorang Rasul pun pernah merasa kecewa terhadap sesuatu. tapi karena Allah selalu melindunginya, maka ia pun paham dan sadar betul bahwa hanya pada Allah lah harapan benar-benar dapat tergantung.

wahai saudara dan saudari ku….saat semua orang mengecewakan, bahkan saat diri sendiri tidak dapat diandalkan adakah yang lain yang lebih pantas diandalkan selain Tuhan mu. Allah aza Wa jala. karena hanya ia pemegang misteri hari esok. dan saksi sejarah dari masa lalu yang tak pernah usang. 

saya yakin anda semua sudah paham akan hal ini, atau bahkan saat memebaca hal yang saya tulis diatas anda berkata dengan ringan “ya iyalah…”, tapi tanya pada diri anda sendiri dan diri kita masing-masing, seberapa sering kita ingat untuk selalu mengandalkan Allah yang dapat menghapus segala macam ketakutan dan kesedihan kita yang berlarut. tulisan ini hanya ajang saling mengingatkan satu sama lain. saya terhadap anda dan saya terhadap diri saya sendiri.

“hidup penuh optimisme dengan hanya menggantungkan harapan hari-hari kita pada NYa”

            Adinda Latifa

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: