i love my mom n my dad a lot……sampe ketemu di syurga…yaa….

Bismillahirrohmaanirrohiim……

 

Kata..mereka diriku slalu ditimang….

Kata mereka diriku slalu dimanja…..

Ooohh…bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di…dalam hatiku……

 

Tulisan – tulisan ini aku tulis tiga hari setelah orang tua dari salah satu sahabat ku kembali ke keharibaan Nya…..

 

Tapi subhannallah…..satu hari setelah kepergian ibunda..ia bisa langsung masuk kembali kuliah, matanya sembab, wajahnya pucat….sedih…..tapi terlihat ketegaran dimatanya….dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara…..kini..tugas ibunda…berpindah ketangannya…..

 

Aku bergumam dalam hati, mungkin jika aku yang sperti itu mungkin kah aku setegar ia, mungkin kan aku mampu menenangakan ayah ku dan kedua adikku?

 

Orang tua adalah orang yang slalu kita jumpai setiap hari, jadi bukankah wajar apabila kita menganggap biasa kehadirannya, bahkan tidak jarang kita ribut dengan mereka karena kita tidak pernah sadar betapa berharganya mereka bukan?

 

Namun bukannya juga sesuatu yang luar biasa apabila sesekali kita merasa sangat penat dengan mereka, atau merasa sesekali sangat ingin diperhatikan, atau bahkan ingin diperlakukan dengan baik……atau ingin ini dan itu……….menjadi ideal dimata kita, atau minimal kita berharap sesekali mereka bisa paham tentang hati ini……kadang kita berpikir bukankah mereka juga pernah menjadi “kita” –menjadi anak-, mengapa begitu sulit sesekali mencoba menjadi berpikir layaknya “kita”.

 

Mm…..pertama saya menulis hal ini bukan berati saya sudah sangat memahami orang tua saya, kedua saya menlis ini bukan berate saya jadi paling “mau” memahami apa yan terjadi dengan sikap2 kedua orang tua. Tapi yang ketiga….saya bersyukur memiliki kedua orang tua seperti mereka, dengan banyak kekurangan yang tidak jarang membuat saya cemberut dan menggerutu, tapi mereka memang paling pas menjadi kedua orang tua saya….karena kekurangan mereka juga disertai dengan kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh orang tua yang lain. Selain itu tulisan saya ini juga bisa menjadi tolak ukur bagi saya untuk memperingati diri sendiri agar menjadi lebih baik.

 

Seperti yang telah Allah katakan dalam Al-Qur’an Suci;

 

“ Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada- Ku dan kedua orang tua mu. Hanya kepada aku kembalimu.” (Luqman ; 14)

 

Orang tua adalah perantara Allah agar kita ada didunia ini. Orang tua adalah tangan kedua Allah…

Perilaku dan sikap lain yang harus kita perhatikan pada orang tua jug atertera di surat dan ayat berikut :

 

“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang engkau tudak MEMPUNYAI ilmu tentang itu, maka jangan lah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembali mu, maka akan aku beritahukan aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman;15)

 

Perhatikan surat diatas, bahkan saat kedua orang tua hendak mengajarkan pada kita untuk mempersekutukan Allah (dosa yang paling besar), Allah masih menginginkan kita untuk tetap berlaku baik pada kedua orang tua kita. Mengapa kita sebagai seorang anak yang pada kenyataanya memang hidup dengan asuhan kedua orang tua kita harus bertindak seolah tidak tahu diri?

 

Pada  dasarnya orang tua saat melahirkan kita di dunia adalah kedua orang yang sudah dewasa pada umurnya, kedua orang yang juga dirawat oleh orang tua mereka masing2, yang memiliki pola sendiri, yang memiliki cara sendiri dalam hidupnya. Hal ini harus kita akui adanya.

 

Sebagai mahasiswa, orang tua pasti berharap lebih dari kita, makanya coba lah sikapi sebuah permasalahan dengan melihat sisi yang paling bermanfaat. Coba kita sedikit melihat kebelakang macam apa orang tua kita dibesarkan, cukup kasih sayang kah?, beratkah?, nah semua itu lah yang menjadikan beliau2 menjadi seperti sekarang ini. Dan ingat sekarang berapakah jumlah umur kedua orang tua kita? 40?, 50?. Atau bahkan 60 tahun?, mampukah kita merubah cara hidup seseorang yang sudah hidup setengah abad lebih?, tapi bukan berati beliau2 tidak dapat berubah looohhhh…….

 

Jawabannya pasti BISA……..

 

Bagaimana caranya?

 

  1. teladani dengan sikap2 qta sebagai anak, berperilaku baiklah, hingga Allah memujimu dan menyentuh hati kedua orang tua mu.
  2. sebisa mungkin kita usahakan jangan terlalu banyak protes secara frontal, mm….intinya…saat kita sadar banyak kewajiban kita pada orang tua yang belum kita penuhi..maka cobalah untuk tidak terlalu banyak menuntut hak kita…..bisa?….wallahu’alam..
  3. berdoalah pada Allah…minta supaya hati kedua orang tua kita dilembutkan……

 

terakir…selamat mencoba yaaa…………..

 

kayanya ga da ruginya loh…jadi anak sholih…….iya ga…? Tapi jangan Cuma dirumah….alias dimana pun kita berada…jadi anak sholih itu bukan berati harus selalu ada dimasjid…bukan berati tiap saat ngaji…ahhhh….pendek amat….kalo kata salah satu sahabat ku……dibilang BER iman ko TAKUT…….hahaha………..syurga man……

 

satu hal yang paling penting harus kita inget….someday kita bakal jadi orang tua juga loooh….so jangan ulangi kesalahan orang tua kita pada saat kita menjadi orang tua nanti…..kalo perlu rencanakan dari sekarang..kalo kita punya keluarga nanti mau dibawa kemana ya…keluarga kita itu…khususnya buat kamu2 nih para calon ayah…abi, papi, bapak atau papa…….buat yang perempuan..mm…..harus biasain jadi manager (istri) yang baik…jadi rekan diskusi yang baik buat direktur (suami)..hehe………

 

selain itu yang juga penting……..hidup kit bakal SUKSES hanya dengan restu orang tua…sukses itu jangan Cuma diukur dari materi…walaupun itu memang bisa menjadi salah satu tolak ukur loohh………….so…inget lagi hati Cuma Allah yang PUNYA yang TAU, dan semua HATI Cuma ada di TANGAN Allah………berdoa dan jangan ragu dalam meminta kepada Sang Pemilik Alam…wallahu’alam bishowab……..

 

kesalahan adalah dari saya selaku manusia biasa tempatnya kesalahan sangat mungkin terjadi, dan kebenaran demi Allah…hanya Ia yang punya………

 

semoga bemanfaat

 

 La Libre Latifa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: