materi Uni Eropa

ini Dikirimin sama Dosen aku buat materi Ujian Tengah Semester

 

UNI   EROPA

 

Integrasi Eropa

Integrasi merupakan pengembangan dari ide interdependensi dan functionalism, yang dipahami sebagai proses :

  1. Peningkatan kerjasama
  2. Gradualisasi otoritas institusi supranasional
  3. Gradualisasi homogenitas nilai
  4. Menjadi / mengarah pada bentuk global civil society

 

Level integrasi – system level ; negara mentrasfer beberapa tingkatan ekonomi, politik, hukum untuk lembaga supransional – global government – UN

                           Regional level ; beberapa negara bergabung untuk membentuk political federal / kesatuan ekonomi – UE

 

Gradualisme dalam proses integrasi Eropa

  1. Kompetensi ; berupa tanggungjawab sektoral dari social, ekonomi ke politik.
  2. Keanggotaan ; dari jumlah yang kecil – berkembang secara dinamis yang bukan hanya Eropa barat.
  3. Suara mayoritas ; dari unanimity ke qualified majority
  4. Kekuatan parlemen ; perkembangan kesepakatan antar negara dari berbagai treaty.

 

Gradualisme ini dapat dilihat dari dua perspektif;

  1. Intergovernmentalist ; merupakan bentuk domestic preference dimana pemerintah nasional negara bernegosiasi tentang aturan main dalam UE yang kemudian menghasilkan beberapa treaty. Perspektif ini berargumen :
    1. integrasi merupakan serangkaian tawar menawar antar negara
    2. institusi supranasional mewakili dan memfasilitasi negosiasi antar negara
    3. UE merupakan kerangka kerja bagi eksekusi politik antar negara dengan berbagai cara
    4. Bargaining menunjukkan kepentingan nasional dari berbagai negara anggota.
    5. Hukum supranasional menunjukkan kepentingan negara kuat

2.      Supranasionalist ; cara pandang yang melihat peran sentral lembaga. Perspektif ini berargumen :

a.       Integrasi merupakan proses gradual

b.      Institusi supranasional merupakan actor politik

c.       Kemunculan kebijakan baru di atas negara

d.      Proses integrasi merupakan dinamika lembaga yang digerakkan oleh lembaga

e.       Hukum supranasional menjadi penghalang negara anggota

 

Integrasi keamanan di Eropa

Secara konseptual integrasi keamanan di Eropa (barat dan timur) dapat diperdebatkan dengan melihat fenomena yang terjadi dalam proses integrasi tersebut. Sehingga akan lebih mudah apabila integrasi keamanan yang terjadi disebut sebagai kerjasama keamanan. Kerjasama keamanan yang ada di Eropa antara lain :

  1. WEU/ BTO
  2. NATO
  3. CSCE / OSCE
  4. CFSP & ESDP (European Security & Defense Policy)

Dikenalkan dalam perjanijian Maastricht ’92, Amsterdam ’97 dan Nice 2001 yang menjelaskan tugas utama Uni Eropa dalam pertahanan / defense yang diputuskan secara intergovernmentalis sehingga komisi dan parlemen berperan kecil. Uni Eropa telah bertekad untuk lebih mandiri dan tidak tergantung pada kekuatan luar dalam menangani urusan pertahanan dan keamanan yang berada di lingkungannya. Sebagai langkah awal UE menggelar EU police mission (EUPM) di Bosnia dan Herzegovina pada Januari 2002 menggantikan tugas pasukan PBB yang sudah bertugas sejak 1997.

 

CFSP merupakan salah satu pilar dalam Uni Eropa yang menegaskan perkembangan peran Uni Eropa di wilayah Eropa dan dunia.Sehingga  disini bukan hanya kerjasama antara kementrian luar negri tetapi lebih pada kerjasama politik luar negri yang diputuskan secara bersama antar mereka secara intergovernmentalist/ community method. Hal ini karena CFSP mengakui sifat-sifat sensitive isu-isu luar negri sehingga perumusan kebijakannya memperhatikan pandangan negara anggota dan Dewan Umum UE (sidang mentri-mentri luar negri negara-negara anggota UE). Dalam hal ini peran komisi Eropa dibatasi sehingga tidak memiliki monopoli dalam mengajukan usulan-usulan. Peran tersebut digantikan oleh Presidensi Dewan UE, negara anggota atau high representative CFSP

 

Pada perjanjian Maastricht ditunjuk high representative untuk CFSP yang berwenang untuk mengembangkan kebijakan bersama dibidang keamanan (security) yang juga mencakup pengembangan secara bertahap kebijakan bersama dibidang pertahanan – ESDP

 

Negara Eropa bekerjasama di berbagai bidang untuk memerangi TOC, imigrasi illegal, pencucian uang dll. Pada kegiatan militer dimana Amerika tidak terlibat,Eropa dapat menggunakan kapasitas logistic NATO (intelligence, kominikasi, fasilitas komando dan transport).

 

Pada pertemuan di Amsterdam dibentuk semacam Unit Reaksi Cepat (URC) berupa Rapid Reaction Force dengan dukungan angkatan laut dan udara yang diambil dari Negara anggota, sehingga bukan merupakan tentara Eropa (European Army).

 

Uni Eropa juga melakukan kerjasama dengan industri persenjataan untuk mendukung kapasitas logistic Unit tersebut, yang kemudian disusul dengan pembentukan : Political & Security Community (PSC), European Union Military Committee (EUMC) dan European Union Military Staff (EUMS) dibawah European Council di Brussel.

 

Sehingga EU mempunyai alat politik dan militer untuk menyelesaikan misi, terutama kemanusian diluar Eropa, melakukan tugas PKO (peacekeeping operation) dan tugas crisis management.

Tahun 2003 European Council di Thessaloniki dibentuk EUROFOR (EU military force) dengan tugas pertama menggantikan NATO pada bulan Desember 2004 di Bosnia & Herzegovina sejumlah 7000 pasukan.

 

  1. CFE (Treaty on Conventional Armed Forces in Europe)

Dibentuk pada akhir perang dingin sebagai bentuk batasan komprehensif peralatan persenjataan konvensional di Eropa (dari Atlantik sampai Ural) terutama pembatasan terhadap persenjataan NATO dan Pakta Warsawa.

Tahun 1972, presiden AS Richard  Nixon dan Leonid Brezhnev sepekat untuk memisahkan negosiasi politik dan militer. CSCE akan menfokuskan pada kesepakatan politik sedangkan Mutual Balanced Force Reduction (MBFR) lebih pada isu militer. Sehingga MBFR merupakan bentuk saling pengertian akan situasi keamanan di Eropa antar AS dan US (CSBM/ confidence & security building measures).  Saling pengertia itu diwujudkan dalam bentuk pembatasan persenjataan secara bertahap, seperti pembatasan helicopter penyerang hanya 2000, 20.000 tank, 20.000 kekuatan artileri dll.

Tahun 1989 anggota NATO dan Pakta Warsawa menyepakati mandate CFE mengenai pembatasan persenjataan dan pasukan di Eropa yang kemudian di tandangani di Paris pada 19 November 1990 oleh 22 negara (16 negara anggota NATO dan 6 negara anggota Pakta Warsawa).

Tahun 1991 dengan kejatuhan Uni Soviet (US) jumlah anggota menjadi 30 (22 + 8 negara bekas US)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: