Dinda LaTifa

Dinda dari gradasi nasyid ini suatu saat kan jadi cerita yang sangat menarik buat aku ceritakan, beberapa saat yang lalu aku sakit mendengar lagu ini, aku ingat bahkan aku menyimpan isak yang sangat dalam….dalam…….

 

Hampir satu tahun ternyata kejadian ini, bulan depan genap sepuluh bulan, bahkan aku masih bisa merasakan getar dari hati yang sedang sekarat, tapi alhamdulillah sekarang telah sejuk kembali, masih ada bayang yang berkelabat tentang mu, mungkin memang harus aku yang kuat ya?

 

Memang harus aku yang kuat dan menjalaninya sendiri, sambil tersenyum, masih nyeri kah hati?, jawabannya ……mmm……belum sembuh benar…..tapi aku sudah sehat insya allah dan siap beraktivitas…..

 

Masih ingat kah kau akan aku? Masih ingatkah akan gelak canda tawaku, tatapan dan senyuman ku? Berjanjilah bila kau masih mengingat nya jadikan semua itu sebagai rahasia mu, rahasia hatimu, sebuah rahasia dimana hanya kau yang mampu menikmatinya J

 

Terimakasih seluas – luasnya untuk mu wahai kau yang pernah menjaga hatiku, seharusnya kita tidak saling menitipkan hati karena sangat sulit rasanya saat hati – hati kita ini harus dikembalikan.

 

Pertanyaan terbesarku, sudah kah kau memaafkanku? Pernah kau juga bertanya dalam benak mu, apa kah aku sudah memaafkanmu? Jawabannya karena kita sama – sama salah, pernah salah, maaf  aku pernah sangat menyakitimu, tapi bersyukurlah engkau karena tak lama setelah itu aku langsung diberi pelajaran olehNya.

 

Tapi aku tak ingin menjadikan itu semua sebagi perkara lagi, cukuplah buat aku mengaku aku mencintaimu….perkara kau kan jadi pendampingku atau tidak semua aku serahkan pada Sang Maha Cinta. Allah Azza wa Jalla.

 

Dalam kondisi seperti ini banyak yang bisa di sebut sebagai kondisi yang sangat transitif tapi seperti nya aku yang sudah aga pandai berkelit dan mulai berkendara dengan sesuatu yang lain, ini semuanya masalah azzam dan istiqomah yang konsisten, aku tak banyak menyerahkan segalanya pada waktu tapi pada kekosongan yang terasa sangat kosong aku banyak  memulai memilah langkah yang pasti dan berisi. Rasanya seperti tidak ingin memulai segala sesuatu dengan penuh kesiaan, memulai langkah dengan ketaqwaan, ini sangat indah…….percaya?, banyak yang hanya menganggap semua ini klise hanya sebuah banyang yang hanya dijalankan oleh orang – orang yang punya perspektif yang sangat klise pula…..apa seperti itu?, tidak……..justru ini mungkin adalah bentuk ketulusan yang tak pernah aku rasakan sbelumnya, bentuk ketulusan yang sangat padat.

 

Anginnya sejuk saat tilawah, penuh harap dan luruhan air mata yang sangat menyentuh hati……..hati ini memang belum sembuh seperti yang telah aku utarakan diatas, tapi hati ini telah kembali temukan tambatan hatinya…….Allah…..Sang Maha Cinta….. 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: