sabtu berjuang, melawan, bercinta…

Tanggal 1 Desember dinobatkan sebagai hari aids sedunia, hari itu semangat sekali bangun pagi lantas tersenyum……

“hari ini aku dan sahabat kan kembali jumpa dengan kondisi yang berbeda, menebarkan idealisme sebagai mahasiswa, sesekali mencoba menjadi pragmatis”

di bundaran HI pukul sepuluh pagi kami berkumpul, dengan almamater dan pita hitam yang terikat dikepala, ” uuuhhh…panas…” aku sedikit mengeluh, kebetulan hari itu aku men yusul karena aku kesiangan sampai kampus, jadi terpaksa aku naik bis jurusan ciledug senen dan memeyar ongkos sebesar 5 ribu rupiah, rugi besar rasanya.

aku dan teman – teman adalah mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, jurusan hubungan Internasional yang setiap hariny akami dijejali berbagai macam ilmu politik yang kebanyakan tidak bersifat domestik, aku dan teman – teman adalah kerumunan yang sangt hebat, kami bisa dibilang cukup piawai dalam mengolah kata, tapi baru sampai tataran dunia kampus dan itu pun didalam kelas. kami terbiasa berpikir sangat netral dan selalu berusaha bijak dalam menyikapi idealisme kami dan juga realita plus ragam teori yang kami pelajari dikelas, hal ini memang sulit aganya, tapi memebuat kami makin pandai memilah.

maka hari ini adalah hari pertama ku dan teman – teman meninggalkan atribut  akademisi kami dan turun ke jalan dan berteriak “…….anti kondomisasi……..terikan tidak pada kondom……”, ” ………..kondom bukan solusi……”, sal;ah satu orator berteriak – teriak dari atas mobil yang sepertinya sudah disediakan oleh panitia, ” hidup mahasiswa……..” ia berseru, aku dan teman-teman menjawab seruannya dengan tak kalah riuh ” hidup……hidup…..” bergemuruh, seolah panas menyengat tak terasa. aku gunakan slayer penutup  wajah, hingga hanya mata yang terlihat, bukan karena takut tapi lebih tepatnya karena aku malas menjadi “gosong”, beberapa bulan yang lalu aku pernah mengikuti aksi damai yang diselengggari oleh salah satu partai politik, namun karena aku belum memhami “tata krama” atribut aksi untuk wanita, aku hany amenggunakan sun glases  untuk menghindari panas, besoknya belang wajah ini, haduh…haduh…….

hari itu, hari dimana demonstrasi anti kondomisasi dilakukan oleh mahasiswa se Indonesia, aku seperti melihat diriku yang lain yang belum pernah aku temukan, aku juga seperti melihat temen – teman yang sangat berbeda alias tidak seperti biasanya, semangat akan memperjuangkan sesuatu. aku bahkan baru paham mengapa dulu Bung Karno dalam perjuangannya mendirikan bangsa ini pernah meminta lima pemuda dalam istilahnya untuk membantunya dalam membangun bangsa, ternyata ini, ini yang sangat dibutuhkannay, semangat tanpa batas.

pada saat lelah yang luar biasa, kami tertawa dan bahkan saling pandang, kami adalah lima wanita yang hebat…aku, isnanda, fathia, mega dan asih. kami memadu kasih dengan saling memeberikan semangat dan bertakbir dalam lelah, aku sendiri secara pribadi merasa bagai ditaman syurga, mungkin ini terlalu berlebihan, tapi subhanallah ini sangat membahagiakan……….eksotisme kota jakarta, pusat jakarta menjadi makin terasa bila di telusuri dengan kaki, peluh dan gelak tawa tentunya dengan semangat idealisme pemuda. maju sahabat ku………………….. teriaku….. 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: